Pemain yang gagal di Madrid | Agen Bola, Agen IBCBET, Agen SBOBET

Agen Bola
Mainkan game tangkas terbaru kami ”Neotangkas” melalui neotangkas.com. Jadilah pemenang dengan mengumpulkan 5 permata unik dan raih hadiah jutaan rupiah.
Selamat Datang di vivobetting | Selamat Bergabung untuk Anggota baru vivobetting yang baru bergabung hari ini
Support 24 jam | Proses Transaksi yang cepat | cs yang profesional akan membuat anda nyaman

Pemain yang gagal di Madrid

Raksasa Spanyol Real Madrid merupakan klub impian setiap pemain ingin bermain disana. Akan tetapi tidak semua pemain bisa bersinar disana meskipun pemain tersebut berlabel bintang. Tidak sedikit pemain berlabel bintang malah makin redup waktu bermain di Bernabeu. Padahal sebelumnya Mereka sangat bersinar di klub masing-masing dan Madrid tertarik atas tampilan mereka di klub sebelumnya.

Harga yang dibeli dari Madrid atas pemain bintangnya sangatlah tinggi tetapi itu tidak menjamin tempat utama atau keberhasilan mereka di Madrid. Sangat banyak faktor yang berpengaruh atas tampilan mereka seperti badai cedera, tidak sesuai dengan sistem yang diterapkan klub ataupun masalah nonteknis seperti tidak cocok dengan pelatih maupun sesama pemain dan gaya hidup pemain itu sendiri.

Pemain-pemain yang redup dengan status bintang di Madrid adalah sebagai berikut :
-THOMAS GRAVESEN
Saat membela Everton pada tahun 2000-2005 pemain yang berasal dari Denmark ini sangat diidolakan di Goodison Park. Dia berperan sebagai gelandang jangkar di daerah tengah pasukan Everton tersebut. Di awal 2005/2006 Madrid membeli Gravesen untuk mengisi lini tengah yang di tinggal oleh Claudio Makelele. Pada laga debut Gravesen sempat mencetak gol saat madrid mencukur Espanyol dengan skor 4-0. Tetapi selama semusim Gravesen gagal bersinar di Real Madrid yang saat itu dilatih oleh Fabio Capello, hanya berjalan semusin akhirnya Gravesen di jual ke Celtic.

– Jonathan Woodgate
Woodgate yang sempat tampil bagus bersama Leeds United dan Newscastle akhirnya dirilik Madrid dan pada tahun 2004 Madrid membeli Woodgate dengan harga 13,4 pound sterling atau Rp. 264 Milliar. Banyak yang binggung atas harga yang dikeluarkan Madrid kepada Woodgate dikarenakan saat itu pemain tersebut masih bermasalah dengan cedera.

Woodgate juga gagal menunjukkan perfoma baiknya di Madrid, Selain cedera gaya hidup yang dijalanin Woodgate juga sering dikritik oleh media spanyol karena pemain terebut sering dugem. Pemain tersebut sempat membuat gol bunuh diri lebih parah lagi di debutnya dia mendapat kartu merah sewaktu melawan Bilbao. Hampir 3 tahun di Madrid pemain tersebut hanya turun ke lapangan di 9 laga. Akhirnya Woodgate dipinjamkan ke Middlesbrough.

– Antonio Cassano
Cassano yang digadang-gandang sebagai salah satu dari penyerang terbaik di negara Italia yang saat itu sedang bermain untuk AS Roma. Akibat tampilan Impresif dari Cassano akhirnya Madrid membelinya di tahun 2006 dan pada laga debut Cassano berhasil mencetak gol saat Madrid melawan Real Betis di Piala Super Spanyol.

Tetapi bukan penampilan yang impresif yang terdengar dari Cassano malahan sering terlibat cerita kontroversial dia dengan pelatih waktu itu Fabio Cappelo dan juga Presiden klub Ramon Caldron, Akibatnya Cassano jarang bermain di Madrid dan mengalami kelebihan berat badan. Maka akhirnya Madrid menjual kembali Cassano ke Italia. Hebatnya setelah kembali ke Italia Cassano malah tampil hebat dengan membawa Milan mendapatkan Scudetto 2010/2011.

– Emerson
Emerson yang juga sempat membawa AS Roma Scudetto dan sukses besar di Juventus Namun saat bergabung dengan Madrid Emerson langsung pudar. Biarpun Emerson ikut serta saat Madrid menjuarai La Liga 2006/2007 tetapi peran Emerson sangatlah minim di skuat Madrid.

Hanya bertahan selama semusim akhirnya dia kembali ke Italia dan bergabung dengan AC Milan hanya dengan 5 juta Pound Sterling. Sangat jauh jaraknya dari saat membelinnya dengan nilai 16 juta pount Sterling. Di Milan Emerson sempat mendapat gelar Piala Dunia Antar Klub dan akhirnya pulang kampung ke Brasil.

– Ricardo Kaka
Saat di Milan 2003-2009 Kaka hampir sudah memenangkan segalanya baik piala di klub maupun piala individunya. Namun saat dia dibeli oleh Madrid yang waktu itu memecahkan record sebagai pemain termahal Kaka gagal menampilkan pemain tebaiknya dan sering berkutat dalam cedera. Terakhir hubungan dengan pelatih pada waktu itu Jose Mourinho diberitakan kurang harmonis. Selama 3 musim di Madrid Kaka lebih sering menghangatkan bangku cadangan dan gaya permainan Kaka juga tidak cocok dengan sistem yang diterapkan oleh Mourinho. Akhirnya Kaka dikembalikan ke Milan.